Postingan

langkah tanpa harapan

ketika itu, sang sepatu memulai awal langkahnya mengikuti tuannya menyusuri kisah baru ia mengikuti kemanapun sang tuan mau tanpa tau kemana ujungkan membawa saat ini, sepatu itu masih terus melangkah maju tanpa pernah mencoba sedikitpun berbalik arah, sedikit mengintip cerita lalu yang pernah dilaluinya dan mungkin nanti , sang sepatu akan terus sama menahan rasa ingin tahu, menyicip cerita lalu dan akan terus melaju dibawa sang tuan menelusuri jalan setapak yang masih sama asing dan tak berarah. yang pasti sang sepatu tahu kini ia akan terus melangkah tanpa harapan.

kahitna power

masih belum bisa move on ceritanya dari jatim fair semalam, lebih tepatnya konser kahitnanya ada rasa bahagia luar biasa yang turut serta. ini kali kedua nonton konser kahitna tapi dengan rasa yang beda,  walaupun sebenarnya lagu yang dibawakan hampir sama dengan lagu yang dibawakan waktu nonton jazz trafic 1 tahun lalu. aku selalu ikut nyanyi  ditiap lagu yang dibawakan dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibir ini entah lagunya happy ataupun sendu, tapi dari yang terdalam ada getir yang muncul diam-diam mengejek mencoba menarik kembali kerasa yang beberapa saat lalu sudah ku bungkus rapi dan meletaknya di rak penyimpanan bernama kenangan. sedikit merasa ini tidak adil. aku datang hanya ingin sedikit penyejukkan pikiran dan hati, ingin sedikit mengantongi secuil senyuman tapi nyatanya tanpa aku sadari ada yang terbawa menjadi bunga tidur yang mengajakku menoleh kedalam rak kenangan itu. sekali lagi lagu-lagu kahitna membawa warna baru bukan hanya tentang harapan s...

kamu bahagia

semoga kamu bahagia karena ini yang aku pilih. semoga kamu bahagia dengan hari-hari yang sudah terlewatkan semoga kamu bahagia meski kini kamu bukan satu nama lagi yang terselip pada rapal malamku. semoga kamu bahagia karena sekarang aku tak coba kawatir tentang cuaca di tempatmu berada. semoga kamu bahagia sebab tak ada lagi yang mengirimkan pesan singkat basa basi hanya untuk memastikan kamu masih ada. semoga kamu bahagia karena setidaknya sekarang kita benar-benar memulai kembali menjadi teman.

Berproses

Kalok sekarang kamu masih merasa salah jurusan meskipun mendekati semester akhir mungkin itu satu hal yang wajar, buat aku wajar karena kadang hal itu juga terlintas dipikiranku disaat penatnya kuliah dan praktikum menggelayuti.  Mungkin yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menikmati prosesnya meski aku yakin kalian yang berada di posisi ini dan membaca tulisan ini akan mensumpah serapah aku ,yaa karena jujur itu hal yang berat untuk dilakukan. Prosenya memang berat harus terus maju walau ada sinyal yang isyaratkan pikiran dan fisik sudah saatnya istirahat sejenak namun desiran dalam hati ingatkan ada tanggung jawab yang harus segera dituntaskan, yang paling parah adalah bumbu bumbu didalam proses tersebut mulai dari hasil yang menghianati pengorbanan, kelompok kerja yang hanya meningalkan rasa yang pernah ada hingga membuat kita jadi berfikir mungkin menjadi individualis adalah pilihan yang tepat ketimbang harus berkali kali patah hati karena sosok bernama "kelompok"....

Temukan Aku dalam Rapal Malammu

Gelap datang memeluk angkasamu malam ini, hiruk pikuk jalan mulai menepi menuju peraduan. Waktu memanggil raga meringkuk dalam hangatnya selimut, lalu angin datang mengusap mata untuk mulai terpejam. Mungkin saatnya kembali datang untuk menaruh segala kepenatan sepanjang hari tadi, menggantikannya dengan bunga tidur penenang hati. Namun sebelum itu ijinkan aku mencuri waktumu barang sejenak, duduk dan tangkupkan kedua tanganmu sapa Ia sang pelukis langit angkasa, sampaikan rasa terima kasihku padaNya yang sepanjang tadi telah jaga dan beri kamu waktu. Jangan lupa minta padaNya utk temukan kita dalam rapal malammu, rapal malamku. Selamat malam kamu yang selalu jadi isi rapal malamku.

saya, kamu, dan sebuah akhir yang tidak pernah dimulai

Kamu yang coba saya halaw hadirnya, yang dulu kutolak mentah mentah sapanya. Lantas saat kita telah dijalan yang tak sama, saya coba menyamai langkahmu mengikuti jejakmu dan pada saat itu ada harapan yang coba saya tumbuhkan bahwa kamu memang senja yang tepat buat saya. Tapi mungkin langit ku sedang tak berkenan, ia seakan memutus segalanya. Ia membawa kamu jauh berlayar menjamah langit dan laut yang berbeda. Mungkin kini saya mersa langkahmu yang coba saya samai terasa sia-sia. lantas apa saya harus kembali membiyarkan semua terlewatkan. Jika dulu saat aku masih berharap ada rapal doa yang coba kuatkan hati bahwakan ada saatnya semua akan jadi lebih pasti, tapi jika kini tak kutemui pendar harap itu dalam benakku apakah tanda semua harus diakhiri meski tak pernah benar benar dimulai.

saya, kamu, dan 6 hal bodoh

Bodoh itu saat saya hanya bisa berbicara tanpa ada buktinya. Bodoh itu saat saya masih ragu, sudahkah kamu pergi dari pikiran ini. Bodoh itu saat saya selalu kawatir tentang keadaan kamu. Bodoh itu saat saya selalu berharap ada pertemuan dengan kamu disetiap tempat yang saya singahi. Bodoh itu saat saya cuma bisa menghitung waktu, sudah berapa lama kita tidak lagi saling bicara. Tapi hal yang paling terbodoh dalam hidup saya itu hingga saat ini saya tidak tahu jawaban dari arti kamu dalam hati saya.