Postingan

Lama Kosong

Untuk mereka yang memilih lama hatinya kosong serta ada prinsip yang masih teguh dijaga. Memilih lama sendiri tak pernah salah, membiarkan status menahun tak berubahpun tak akan pernah salah. Setiap orang punya cara tersendiri meletakkan prioritasnya, mungkin saat ini mencari nama untuk mengisi ruang yang kosong bukan jadi yang utama. Yang perlu dipahami orang lain adalah semua itu bukan alasan karena pribadinya tak menarik atau bilang saja secara gamblang tak laku, bukan sungguh bukan. Mungkin saja saat ini belum waktunya untuk saling menemukan nama yang akan selalu dijaga dalam doa. Mungkin Tuhan juga masih merangkaikan nama mana yangkan saling menemukan. Tidak perlu cemas dengan pemikiran orang lain. Mau selama apapun nanti toh mereka hanya akan terlibat dalam ucapan selamat, mereka tak akan benar-benar ikut berjuang dan membangun jembatan doa untuk saling mempererat peluk dan menyalurkan hangat. Tak perlu risau soal waktu yang terus bergulir, usia yang terus bertambah, ...

Seleksi Alam

Pada waktunya mau itu selama apapun waktu yang dibutuhkan, alam sendiri yang akan menuntun kita untuk bersenyawa dengan siapa. Alam sendiri yang akan mulai menunjukkan kita pantas terus melangkah dengan siapa, bukan siapa yang pantas untuk kita. Alam dengan kejujurannya akan membagikan seperti apa diri kita sebebarnya, hingga lambat laun yang tersisa disekitar kita hanya mereka yang dengan kerendahan hati mau menerima segala kekurangan itu. Seleksi alam, iya mungkin itu namanya seleksi alam. Alam dengan segudang hal yang tak bisa kita prediksi kadang akan berlaku sedikit kejam, sedikit. Seleksi alam juga bisa datang begitu cepat, dasyat, dan meninggalkan bekas yang mendalam. Seperti ada yang baru saja turut serta dalam kereta kelinci kita, ikut bersenandung lagu yang diputar namun tiba-tiba disimpangan jalan lebih memilih pindah ke kereta listrik karena dirasa lebih fancy dan cepat. Siapa yang tahu alam akan sekejam itu. Seleksi alam bukan hanya tentang mereka yang mulai hilang ...

Awal kamu berupaya

Kamu telah banyak melalui waktu, lebih-lebih yang menbuat mereka kecewa. Kamu telah banyak berjanji, mau menjadi pribadi lebih dari ini. Kamu telah banyak meminta kesempatan lagi, tuk buat mereka tak menyesal akan tiap perjuangan yang telah diberi. Kamu telah banyak menerima kebaikan sang "Pemberi" kasih, untuk tiap kebaikan dalam tiap dukamu. Kamu harus makin mengerti, banyak peluh mereka yang harus kamu bayar dengan peluhmu. Kamu telah makin mengerti, perjuangan didepan tak akan semudah yang lalu. Kamu harus banyak bersabar, yang diluar sana tak selalu mampu mengerti kamu sedang sama-sama berjuang tanpa ingin mengusik yang lain. Kamu haru makin banyak bersyukur, jika kesusahan dari dunia luar kembali mendera. Jika semua itu tak mampu buat kamu terus berjuang, Kamu hanya perlu ingat kembali untuk siapa sedari awal kamu berupaya.

H+1

11/04/18 Satu hari selepas usia ini bertambah, sedikit telat untuk nulis ini entah baru merasa saja ada yang berubah sekarang. Umur maksud saya. Banyak rasa syukur, sangat-sangat malah karena tetap ada yang hadir dengan penuh cinta dan ketulusan. Mama, bapak, stef, mbak ica iya yang paling utama keluarga, juga untuk semua yang hadir di hidup saya terima kasih untuk ketulusannya. Semoga memang tulus, karena jujur saya nggak mau membebani siapapun agar bisa menerima saya, memberi perhatian lebih, dan cinta untuk saya tapi saya tetap berterima kasih. Ada yang bilang dalam ucapan selamatnya tahun ini kalok saya bukan bertambah tua tapi bertambah lebih baik lagi, kalimat sederhana yang mungkin lumrah diucapkan untuk seseorang sedang berulang tahun tapi jujur ada makna yang terasa berbeda buat saya secara pribadi. Tahun ini selalu menjadi berbeda dengan yang lalu, hari-hari yang terlewati tentu juga berbeda. Saya nggak bisa mengukur perubahan baik apa yang telah saya lakukan sampai saat ...

Terima Kasih dan Maaf

Hallo senja,  Iya boleh aku menyapamu dengan nama senja.  Terima kasih karena hampir 3 tahun ini kamu memberiku banyak keindahan,  memberiku lampu sorot tersendiri di hatimu. Terima kasih karena dengan caramu memberiku rona jingga yang menawan.  Senja,  maaf karena kamu lagi-lagi satu sosok yang ruang tangkapku harus lepas. Maaf karena aku belum bisa menyambut baik tiap keindahan yang kamu bagi. Maaf karena lagi-lagi nyatanya hatiku belum siap menyambut siapapun datang, sekali lagi aku masih kukuh dengan pemikiran idealku tentang tidak akan melukis jingga dilangitku jika masih ada cerita lalu yang belum bisa aku akhiri.  Terima kasih banyak karena kamu begitu gagah dengan segala pendar jingga mu. Semoga semua keindahan itu kembali lagi padamu.  Terima kasih,  kamu yang kini kembali jadi seorang penggelana.  16/03/18

Kangen Nulis

Nulis aja dulu,  apapun itu nggak ada yang benar-benar berakhir jadi sampah. Dulu aku suka nulis,  mungkin hampir setiap malam ada tulisan yang aku bikin. Ya meskipun sejauh yang aku ingat semuanya cuma tentang curhatan anak SMA tentang cinta,  rasa kagum,  dan bentuk kegalauan yang lain.  Yang kalok aku baca ulang sekarang bikin aku mikir " ya ampun aku kok sealay itu se? " " ya ampun asli ngilani banget, masak curhat pakek bahasa puitis alay ngene? " Mehhh....  Apalah dayaku yang dulu,  anak SMA labil nan alay yess aku akui aku pernah alay,  atau mungkin masih hehehhehe. Rasa itu,  rasa menuangkan isi hati dalam barisan-barisan kata puitis alakadar itu sungguh bikin kangen. Saat aku bisa mengekspresikan apapun yang sedang aku rasa. Sekarang menjadi sangat sulit. Berawal dari rasa takut tulisan kita dikomentarin orang lain, takut tulisan kita jadi ajang perbincangan orang lain,  dan berakhir dengan enggan untuk nulis lagi. Ya m...
Gambar
Hampir 4 tahun dan isi galeri hp ataupun post IG ku isinya sebagian besar foto kita berlima. Kenapa apa ada yg aneh? Mungkin bakalan ada yang mikir aku gak punya temen lain apa selain kalian,  BODO AMAT.  Mungkin juga ada yang mikir kita eksklusif (bener gak iki nulis e?)  emmmn aku bingung eksklusif dimananya ya? Apa yang eksklusif dari kumpulan anak anak TK yang terperangkap didalam tubuh manusia manusia menuju dewasa? Aku sangat amat cukup bahagia dengan kita yang sekarang,  kalok dunia luar selalu maju dan upgrade aku cuma pengen kita tetep kayak gini.  Menertawakan kebodohan satu sama lain,  ngebully strata rantai makanan paling lemah diantara kita,  ngebicaraain yang salah satu diantara kita kalok dia gak ikut kumpul ( tapi ujung2nya di ceritain juga ke si bahan omongan wkwkwkw). Komunitas pocitip ku jangan cepat tumbuh dewasa ya,  aku masih pengen berdebat karena hal hal kecil dan gak penting. Masih pengen liat ke hahokan kalian,  ma...