Postingan

saya, kamu, dan sebuah akhir yang tidak pernah dimulai

Kamu yang coba saya halaw hadirnya, yang dulu kutolak mentah mentah sapanya. Lantas saat kita telah dijalan yang tak sama, saya coba menyamai langkahmu mengikuti jejakmu dan pada saat itu ada harapan yang coba saya tumbuhkan bahwa kamu memang senja yang tepat buat saya. Tapi mungkin langit ku sedang tak berkenan, ia seakan memutus segalanya. Ia membawa kamu jauh berlayar menjamah langit dan laut yang berbeda. Mungkin kini saya mersa langkahmu yang coba saya samai terasa sia-sia. lantas apa saya harus kembali membiyarkan semua terlewatkan. Jika dulu saat aku masih berharap ada rapal doa yang coba kuatkan hati bahwakan ada saatnya semua akan jadi lebih pasti, tapi jika kini tak kutemui pendar harap itu dalam benakku apakah tanda semua harus diakhiri meski tak pernah benar benar dimulai.

saya, kamu, dan 6 hal bodoh

Bodoh itu saat saya hanya bisa berbicara tanpa ada buktinya. Bodoh itu saat saya masih ragu, sudahkah kamu pergi dari pikiran ini. Bodoh itu saat saya selalu kawatir tentang keadaan kamu. Bodoh itu saat saya selalu berharap ada pertemuan dengan kamu disetiap tempat yang saya singahi. Bodoh itu saat saya cuma bisa menghitung waktu, sudah berapa lama kita tidak lagi saling bicara. Tapi hal yang paling terbodoh dalam hidup saya itu hingga saat ini saya tidak tahu jawaban dari arti kamu dalam hati saya.

271014

Tidakah kau mengingatnya? senyum itu, tawa itu ? embun pagi yang menyapa? tapi aku masih menginggatnya bisikan itu, belai halus di pucak keplaku sinar mentari yang hangat Tidak bisakah kau menginggatnya? jalan ini, pundak yang gemetar? hujan deras penutup hari? lagi - lagi aku masih mampu menggingatnya setapak setapak kamu menjauh, dan malam datang menjamah. Tidakkah kamu mengingatnya?

pendar untuk langit

Surabaya, 9 September 2013 Perjalanan yang berangsur kian memanjang Namun aku tahu kisah ini sedang mengerucut menuju langit yang mana Dia sedang berjalan menyusun renda tawa yang bisa kudengar tiap saat, nanti Saat kamu tak perlu lagi menujuh mencari-cari peluk yang pasti                 Mungkin saat ini waktu hanya ingin ajarku tentang bilur dalam penantian                 Karena ia ingin tunjukan padaku tentang tangkup bahagia yang sesungguhnya,                 Nanti saat sepasang-sepasang jari ini tertaut dengan milikmu Semua akan terasa mudah bukan senja? Bukankah aku adalah satu langit tangguh dalam penantian panjang Hingga kamu sadar dan pilih aku sebagai langit yang tepat untuk pendarmu bersadar -senja langit ini akan selalu bua...
Seuntai Rindu untuk Senja 8 Des 12 merindu pada jinggamu Meringkuk aku di bawah langit ini. Sebuah kisah yang akan sangat panjang, kisah yang berdera tentang merindukan senjaku kini ___________________________ Melukis parasmu di langit-langit ku, biar hanya aku yang tahu pesona dirimu. Lalu angin menerpa hilangkan itu Aku tersadar tak harusnya aku mengingatmu lagi ___________________________ 9 Des 12 Itu palung rinduku Yang selalu penuh akan nama mu Sekantong kantong ku timbun Nanti saat penuh ijinkan aku menukar dengan seutas senyummu Senyum yang akan aku rajut dengan bahagia yang lain ------------------------------------- Senja jika esok hariku kmbali kelabu,tandakah belum waktumu Berarti aku harus memutar beker ku kembali, agar aku terjaga saat lusa atau entah kapan saat harusnya kamu muncul ___________________________ Tak perlu berlari tak perlu mencari Hanya menunggu karena aku percaya senjaku tahu di mana letak langitku ___________________________ ...

sedikit saja

18 nov 2012 Karena hatiku bedetak padamu, berdetak pada tiap kedip mata ini memandangmu.  Namun yg tak pernah sekalipun itu kmu sadari, ak bagai air telaga yg bening bagimu  selalu tak pernah kau sadari tatapan mataku Ak lelah selalu begitu,tak sadarkah kau  tatap aku ,lihat betapa tulus mataku memujamu Betapa kmu menjadi denyut dlm hati ini Bisakah sebentar kmu benar2 melihatku bkn yg lain Bisakah kumiliki ruang d hatimu , ruang d mana ak melewati batas dr kata teman Hanya sedikit ,hanya sedikit saja

Peluk hangat senja

Surabaya,Greja Kelsapa 10 februari 2013 Peluk hangat ,senyum karismamu Mngkin bkn seluruhnya utkku Namun ak sadar itu bsa hapus peluh serta pilu Kmu berdiri gagah dalam kemerlap 'senjamu' Melayani dalam altarNya Biar saja ak mnjadi wanita pengumbar senyum,barangkali 1 saja kmu menagkapnya Senja mungkin sekali lagi aku harus tegaskan pda diriku sendiri 'Tak pernah jadi masalah jika kamu bukan Senja yang harusnya langitku miliki,beriring terimakasih nanti jika ak harus melepasmu. Terima kasih untuk cinta yang pernah hadir dari hatiku untuk kamu, terima kasih untuk meyakinkan aku bahwa ada Senja dalam rumahNya' Mungkin memang tak semudah aku menulis tiap kata untuk meyakinkan diri ini tentang melepaskan,namun aku yakin tuhan selalu punya rencana untuk aku dan juga untuk kamu Trust me akan ada jalan untuk kita masing-masing Meski kamupun (lagi-lagi) tak mengenalku